Banyak Supervisor dan Store Manager memimpin tim dengan cara yang sama seperti sepuluh tahun lalu: mengandalkan insting, kebiasaan, dan “perasaan” bahwa sesuatu akan berhasil. Padahal di era ritel modern, keputusan yang tidak berbasis data adalah keputusan yang mahal. Di sinilah konsep Data Driven Leader menjadi penting — dan menjadi salah satu materi yang paling banyak[…]
Tag Archives: training sales perusahaan
Menjual produk premium tidak sama dengan menjual produk pada umumnya. Premium bukan sekadar mahal — ia soal mindset, posisi diri sebagai partner pelanggan, dan sikap profesional yang membedakan seorang sales consultant dari sekadar penjaga toko. Inilah inti yang dibawa Dedy Budiman, Champion Sales Trainer Indonesia, saat memberikan sesi sales training untuk tim Informa Custom Furniture[…]
Pada Selasa, 21 Juli 2026, tim sales PT Zurich Asuransi Indonesia mengikuti program Train the Trainer bersama Dedy Budiman, Champion Sales Trainer Indonesia. Bukan training sales biasa — program ini dirancang khusus karena tim sales Zurich punya tanggung jawab yang tidak semua tim sales miliki: mengajarkan selling skills kepada tim sales Kawan Lama Group, grup[…]
Bagaimana caranya seorang Customer Service tetap ramah dan dipercaya pelanggan, sekaligus mampu mencetak penjualan tanpa terasa memaksa? Pertanyaan inilah yang menjadi latar belakang dimulainya rangkaian training Beyond Selling: Consultative Selling — Becoming a Trustworthy Customer Care in the Agile Era, yang resmi dibuka pada 1 Juli 2026 untuk seluruh Customer Care GraPARI Telkomsel Area 2.[…]
Operational Excellence for Shop Manager adalah program pelatihan dua hari yang menyiapkan kepala cabang dealer untuk memimpin berbasis data, disiplin, dan kepemimpinan tim. Pada Juni 2026, 13 Kepala Cabang Yamaha Sumber Baru Motor (SBM) area Yogyakarta dan Jawa Tengah mengikuti program ini bersama Dedy Budiman, M.Pd, Champion Sales Trainer Indonesia, dengan hasil evaluasi rata-rata 9,62[…]
Anton menatap angka di layar proyektor dengan rahang mengeras. Target kuartal baru saja diumumkan. Naik signifikan. Di ruangan itu, semua top producer terdiam — termasuk Anton, yang biasanya paling vokal. “Pak Andrew, ini tidak masuk akal.” Suaranya pelan, tapi tajam. “Daya beli sedang tiarap, kompetitor banting harga, dan kita disuruh lari menembus tembok beton. Mustahil.”[…]
Setahun setelah kejadian di depan musholla itu, Anto mendapat penghargaan sebagai sales terbaik di dealernya. Bukan karena ia hafal script lebih banyak dari rekan-rekannya. Bukan karena ia lebih sering ikut roleplay. Yang berubah dari Anto adalah cara ia memandang setiap pertemuan dengan calon pembeli — bukan sebagai situasi yang harus dicocokkan dengan panduan, tapi sebagai[…]
Masih ingat Anto? Sales muda dari dealer motor Jaya Abadi yang berdiri mematung dengan flyer di tangan — setelah dengan tulus menjalankan script yang sudah ia hafal, tapi tetap saja gagal. Bapak yang ia sapa bergegas ke musholla. Tanggal tua. Menjelang Maghrib. Tidak ada ruang untuk tawaran apapun. Di artikel sebelumnya, kita sudah membuktikan bahwa[…]
Anto baru saja selesai mengikuti training sales di kantornya. Sebagai sales baru yang berjualan motor, ia sudah dibekali satu senjata andalan: script. Panduan lengkap bagaimana menyapa pelanggan, menawarkan produk, hingga menghadapi keberatan. Semua sudah tertulis rapi. Semua sudah dilatih berulang kali di ruang training. “Senyum, sapa, kasih flyer — itu kuncinya,” kata trainernya. Anto hafal[…]
Banyak perusahaan menginvestasikan anggaran besar untuk sales training, namun hasilnya tidak sebanding dengan ekspektasi. Tim sales tetap stagnan, target meleset, dan semangat yang sempat meningkat usai training perlahan kembali ke titik semula. Akar masalahnya sering kali bukan pada kemauan tim — melainkan pada pemilihan sales trainer yang kurang tepat sejak awal. Memilih sales trainer bukan[…]
- 1
- 2










