Operational Excellence for Shop Manager adalah program pelatihan dua hari yang menyiapkan kepala cabang dealer untuk memimpin berbasis data, disiplin, dan kepemimpinan tim. Pada Juni 2026, 13 Kepala Cabang Yamaha Sumber Baru Motor (SBM) area Yogyakarta dan Jawa Tengah mengikuti program ini bersama Dedy Budiman, M.Pd, Champion Sales Trainer Indonesia, dengan hasil evaluasi rata-rata 9,62 dari 10 — salah satu indikator kuat mengapa pelatihan shop manager yang aplikatif kini menjadi penentu pertumbuhan penjualan dealer.
Apa itu training Operational Excellence for Shop Manager?
Training Operational Excellence for Shop Manager adalah pelatihan yang membekali kepala cabang dengan kompetensi mengelola cabang secara menyeluruh: dari membaca data, menyusun rencana kerja, sampai memimpin tim sales agar berkinerja tinggi. Berbeda dari pelatihan sales pada umumnya yang fokus pada teknik closing, program ini menempatkan kepala cabang sebagai leader sekaligus operator cabang.
Di Yamaha SBM, program ini dibawakan oleh Dedy Budiman selama dua hari dan diikuti 13 Kepala Cabang dari seluruh jaringan dealer area Yogyakarta–Jawa Tengah, termasuk SBM Wonosari, Wonosobo, Kutoarjo, Purworejo, Dongkelan, Kalasan, dan Sentral Yamaha Magelang. Acara dibuka oleh Esra Paseru, Chief Sales & Operation Central Java & DIY Yamaha Indonesia Motor, yang menegaskan bahwa pelatihan ini adalah kesempatan berharga untuk meningkatkan kompetensi kepala cabang yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan penjualan.
Apa saja yang dipelajari kepala cabang dalam program DSTAR?
Inti program adalah kerangka DSTAR — sebuah profil kepemimpinan yang ingin dibangun pada setiap kepala cabang. DSTAR adalah singkatan dari lima karakter pemimpin cabang yang unggul: Data Driven (mengambil keputusan berbasis data), Service Orientation (berorientasi pada pelanggan), Team Leadership (memimpin tim), Achievement Orientation (berorientasi pencapaian), dan Relationship Orientation (membangun hubungan).
Untuk mencapai profil itu, peserta mempelajari tujuh modul yang dibangun di atas tiga pilar kompetensi. Pilar pertama, Strategi & Kedisiplinan, membekali kepala cabang dengan alat berpikir seperti analisis SWOT dan TOWS, mindset perbaikan berkelanjutan PDCA, pemetaan komunitas, serta disiplin waktu dan matriks prioritas penting–mendesak. Pilar kedua, Penguasaan Pelanggan, menajamkan kemampuan membaca pasar dan mengelola database pelanggan secara maksimal — termasuk memanfaatkan teknologi AI untuk mempercepat pekerjaan harian. Pilar ketiga, Kepemimpinan Tim, melatih kepala cabang dalam pendelegasian, coaching salesman, dan membangun tim yang solid.
Yang menarik, banyak peserta menuliskan bahwa hal pertama yang akan mereka terapkan minggu depan adalah coaching tim sales, penerapan SWOT–TOWS di dealer, dan penyusunan rencana kerja berbasis data. Salah satu peserta bahkan menulis pelajaran terpentingnya: “Umur tidak menghalangi kita untuk belajar menggunakan AI.”
Seberapa efektif training ini menurut hasil evaluasi?
Jawaban langsungnya: sangat efektif. Dari 13 peserta, training ini mendapat nilai keseluruhan rata-rata 9,62 dari 10, dengan skor komposit 10 dimensi kualitas mencapai 4,88 dari 5 — setara 97,7 dari 100. Sebanyak 12 dari 13 peserta menyatakan akan merekomendasikan training ini kepada rekan kerja mereka.
Indikator paling kuat justru terlihat pada lonjakan pemahaman. Sebelum training, peserta menilai kedalaman pengetahuan mereka atas topik ini rata-rata 3,23 dari 5; setelah dua hari, angka itu naik menjadi 4,77 dari 5 — peningkatan sekitar 48%. Tabel berikut merangkum capaian utamanya.
| Indikator Evaluasi | Hasil |
|---|---|
| Jumlah peserta (Kepala Cabang) | 13 orang |
| Nilai keseluruhan training | 9,62 / 10 |
| Skor komposit 10 dimensi kualitas | 4,88 / 5 (97,7/100) |
| Kenaikan pemahaman (sebelum → sesudah) | 3,23 → 4,77 (≈ +48%) |
Dimensi dengan skor tertinggi (4,92/5) adalah materi mudah dipahami, trainer mampu menjawab pertanyaan, suasana belajar menyenangkan, penguasaan topik, dan materi praktis langsung bisa digunakan. Profil skor ini menjelaskan mengapa antusiasme peserta begitu tinggi.
Mengapa pendekatan Dedy Budiman membuat peserta antusias?
Kunci antusiasme ada pada dua hal: materi yang aplikatif dan metode gamification. Dedy Budiman memulai karier sebagai salesperson sebelum menjadi trainer, sehingga setiap konsep ia ikat dengan kondisi riil lapangan. Pendekatan gamification membuat peserta tidak sungkan merespons dan menjawab tanpa takut salah.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh peserta. Ferrianto Andi Wirawan, Kepala Cabang SBM Purworejo, mengatakan, “Penyampaian materi menarik, tidak merasa ngantuk, dan selalu ingin menjawab setiap pertanyaan tanpa takut salah.” Raden Arie Adhi Wibisono, Kepala Cabang Yamaha SBM, menambahkan, “Training ini sangat luar biasa, membuat pikiran saya terbuka dan memunculkan ide-ide yang sebelumnya tidak terpikirkan.” Sementara Muhammad Firdaus, Kepala Cabang SBM Dongkelan, menilai, “Jawaban dari setiap pertanyaan sangat relevan, masuk akal, dan mudah dipahami.”
Toto Witono, Area Manager Yamaha Sumber Baru Motor DIY–Jateng yang menjadi observer selama sesi, menilai bahwa training dari Dedy Budiman sangat mendukung proses kerja sehingga kepala cabang dapat bekerja lebih cepat dan tepat.
Apa pelajaran bagi perusahaan yang ingin mengembangkan kepala cabang?
Pengalaman Yamaha SBM menunjukkan bahwa pengembangan kepala cabang paling efektif ketika memenuhi beberapa kriteria praktis. Pertama, materi harus berakar pada pengalaman lapangan nyata, bukan teori semata. Kedua, kerangka kompetensi yang jelas — seperti DSTAR — memberi arah terukur tentang pemimpin cabang seperti apa yang ingin dibentuk. Ketiga, metode belajar yang interaktif membuat peserta terlibat penuh dan berani mencoba. Keempat, tools yang diberikan harus langsung bisa dipakai keesokan harinya, mulai dari SWOT–TOWS, PDCA, matriks prioritas, hingga pemanfaatan AI untuk produktivitas.

Inilah yang membedakan pendekatan Dedy Budiman. Sebagai Champion Sales Trainer Indonesia dengan 30+ tahun pengalaman — 15 tahun sebagai salesperson aktif dan 16 tahun sebagai trainer — ia memadukan praktik lapangan dengan riset doktoral aktif di bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya. Jangkauannya pun unik: ia melatih C-Level eksekutif melalui Sales Director Indonesia (SDI) sekaligus membina ribuan siswa SMK melalui Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas. Bagi perusahaan otomotif maupun ritel yang ingin kepala cabangnya naik kelas, kombinasi inilah yang menjadikan pelatihan terasa relevan di semua level.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu kerangka DSTAR dalam training kepala cabang?
DSTAR adalah profil kepemimpinan kepala cabang yang dikembangkan dalam training Operational Excellence for Shop Manager, terdiri dari lima karakter: Data Driven (keputusan berbasis data), Service Orientation (orientasi pelanggan), Team Leadership (kepemimpinan tim), Achievement Orientation (orientasi pencapaian), dan Relationship Orientation (orientasi hubungan). Kerangka ini diajarkan melalui tujuh modul dan tiga pilar kompetensi.
Siapa trainer yang membawakan training Operational Excellence for Shop Manager di Yamaha SBM?
Training dibawakan oleh Dedy Budiman, M.Pd, Champion Sales Trainer Indonesia dan Direktur Derap Dynamis Training & Development. Ia memiliki 30+ tahun pengalaman di bidang sales, memulai karier sebagai salesperson sebelum menjadi trainer, dan dikenal dengan pendekatan aplikatif berbasis gamification. Pada training Yamaha SBM ini ia memperoleh nilai keseluruhan 9,62 dari 10 dari 13 peserta kepala cabang.
Berapa hasil evaluasi training kepala cabang Yamaha SBM?
Training memperoleh nilai keseluruhan rata-rata 9,62 dari 10, dengan skor komposit 10 dimensi kualitas 4,88 dari 5 (setara 97,7/100). Pemahaman peserta naik dari rata-rata 3,23 menjadi 4,77 dari 5 (sekitar 48%)
Apa yang membuat training shop manager efektif bagi dealer otomotif?
Training shop manager efektif ketika materinya berakar pada pengalaman lapangan, memiliki kerangka kompetensi yang jelas seperti DSTAR, menggunakan metode interaktif sehingga peserta berani terlibat, dan menyediakan tools yang langsung bisa diterapkan seperti SWOT, TOWS, PDCA, matriks prioritas, serta pemanfaatan AI untuk produktivitas cabang.
Bagaimana cara mengundang Dedy Budiman untuk in-house training kepala cabang?
Perusahaan dapat mengundang Dedy Budiman untuk in-house training kepala cabang, supervisor, atau tim sales melalui Derap Dynamis Training & Development. Hubungi Susan di 087788381837 atau kunjungi dedybudiman.com untuk diskusi kebutuhan dan penjadwalan.
Bagi perusahaan yang ingin mencetak kepala cabang berkarakter DSTAR — data-driven, melayani, memimpin, berorientasi pencapaian, dan membangun hubungan — kuncinya bukan sekadar pelatihan, melainkan pelatihan yang aplikatif, terukur, dan dibawakan oleh praktisi yang pernah ada di lapangan. Seperti dikatakan Toto Witono, Area Manager Yamaha SBM DIY–Jateng, training dari Dedy Budiman “sangat mendukung proses kerja sehingga kepala cabang bisa bekerja lebih cepat dan tepat.”
Ditulis oleh Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia, Founder KOMISI, SDI & AGMARI, dan peneliti doktoral bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya.

