Anton menatap angka di layar proyektor dengan rahang mengeras. Target kuartal baru saja diumumkan. Naik signifikan. Di ruangan itu, semua top producer terdiam — termasuk Anton, yang biasanya paling vokal. “Pak Andrew, ini tidak masuk akal.” Suaranya pelan, tapi tajam. “Daya beli sedang tiarap, kompetitor banting harga, dan kita disuruh lari menembus tembok beton. Mustahil.”[…]

