Banyak perusahaan masih menganggap satpam dan office boy sebagai peran pendukung yang tidak berhubungan dengan penjualan. Padahal, merekalah orang pertama yang disapa pelanggan begitu melangkah masuk ke sebuah gerai layanan. Senyum di pintu masuk, arahan yang jelas saat antre, atau sekadar sapaan hangat dari office boy yang menawarkan air minum, semua itu membentuk kesan pertama pelanggan sebelum transaksi apa pun terjadi. Kesan pertama inilah yang pada akhirnya memengaruhi loyalitas pelanggan dan bahkan berdampak pada penjualan.
Kesadaran inilah yang mendorong Telkomsel Area 2 mengambil langkah tidak biasa: menghadirkan sesi training Beyond Selling: Consultative Selling khusus untuk satpam dan office boy di GraPARI wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Training batch pertama diselenggarakan pada Jumat, 3 Juni 2026, dengan menghadirkan Dedy Budiman, Champion Sales Trainer Indonesia yang juga aktif meneliti metode Ambidextrous Service–Selling di jenjang doktoral.
Mengapa Satpam dan Office Boy Perlu Memahami Consultative Selling?
Consultative selling bukan tentang mengajarkan satpam atau office boy menjual paket data. Pendekatan ini justru berangkat dari prinsip yang lebih mendasar: melayani dengan baik adalah bentuk penjualan itu sendiri. Dedy Budiman menekankan konsep Ambidextrous Service–Selling, yaitu kemampuan seseorang memberikan pelayanan sekaligus mendukung proses penjualan dengan kualitas yang sama baik, tanpa harus mengubah peran utama mereka.
Bagi satpam yang bertugas menyapa dan mengarahkan pelanggan, atau office boy yang menjaga kenyamanan ruang tunggu, keterampilan ini berarti mengenali kondisi emosi pelanggan sejak detik pertama. Pelanggan yang datang dalam kondisi kesal karena masalah teknis akan merasakan perbedaan besar jika disambut dengan sikap yang tenang dan peduli, dibandingkan diabaikan begitu saja.
Apa Isi Materi Training Beyond Selling untuk Frontliner Non-CSR Ini?
Dalam sesi online berdurasi tiga jam ini, Dedy Budiman membahas tiga bagian utama yang saling berkaitan. Pertama, konsep Ambidextrous Service–Selling sebagai fondasi mindset bahwa melayani dan menjual bukan dua hal yang bertentangan. Kedua, framework K3A yang terdiri dari Kompetensi, Kejujuran, Kepedulian, dan Adaptif, sebagai empat karakter yang membangun kepercayaan pelanggan sejak menit pertama interaksi. Ketiga, proses DEALS yang mengajarkan langkah membaca kondisi pelanggan, menggali kebutuhan, menyamakan ekspektasi, memberi solusi, hingga mengarahkan keputusan tanpa memaksa.
Ketiga materi ini sebenarnya dirancang untuk peran customer service, namun Dedy Budiman menerjemahkannya ke dalam konteks yang relevan dengan tugas harian satpam dan office boy. Menyapa pelanggan dengan ramah, mengarahkan antrean dengan sabar, atau menawarkan bantuan kecil saat pelanggan menunggu adalah bentuk sederhana dari trust building yang sama.
Bagaimana Cara Dedy Budiman Menyampaikan Materi Teknikal ke Peserta Non-Sales?
Tantangan terbesar dalam training ini adalah menyampaikan konsep yang sebenarnya cukup teknikal kepada peserta yang tidak memiliki latar belakang sales sama sekali. Dedy Budiman mengatasinya dengan bahasa yang sederhana namun tetap mengena, sebuah gaya yang selama ini menjadi ciri khasnya saat mengajar lintas segmen, mulai dari eksekutif tingkat C-Level hingga siswa SMK kelas 10.
Kesan ini tercermin langsung dari peserta training. Riyan Hidayat, Office Boy dari GraPARI Tangerang City, menyampaikan bahwa Dedy Budiman “orangnya humble dan mampu menguasai suasana para peserta sehingga materi yang teknikal mampu tersampaikan dengan baik.” Sementara itu, Muhammad Ari Pratama, Satpam GraPARI Pantai Indah Kapuk, mengaku sesi belajar bersama Dedy Budiman terasa sangat komunikatif sehingga memudahkan pemahaman pesan yang disampaikan dan memberinya ilmu-ilmu baru.
Apa Dampak Training Ini bagi Loyalitas Pelanggan GraPARI?
Peran satpam dan office boy sering luput dari perhatian dalam strategi customer experience, padahal mereka adalah titik kontak pertama yang membentuk persepsi pelanggan terhadap keseluruhan layanan. Ketika seorang satpam mampu membaca kondisi pelanggan yang datang dengan wajah cemas, lalu mengarahkannya dengan tenang, atau ketika office boy menawarkan air minum saat pelanggan menunggu lama, momen-momen kecil ini terakumulasi menjadi pengalaman pelanggan yang utuh.
Training ini menjadi terobosan karena Telkomsel Area 2 menyadari bahwa loyalitas pelanggan dan peningkatan penjualan tidak hanya dibentuk oleh CSR di meja layanan, tetapi juga oleh setiap orang yang bersentuhan dengan pelanggan di lapangan. Pendekatan menyeluruh seperti ini sejalan dengan filosofi Ambidextrous Selling yang selama ini digaungkan Dedy Budiman dalam berbagai program training-nya untuk GraPARI.
Kapan Perusahaan Perlu Mempertimbangkan Training Serupa untuk Tim Frontliner Non-Sales?
Perusahaan dengan gerai layanan fisik, terutama yang berhadapan langsung dengan volume pelanggan tinggi, sebaiknya mempertimbangkan pendekatan serupa ketika menyadari bahwa first impression pelanggan tidak dimulai dari meja CSR, melainkan sejak pintu masuk. Beberapa indikator yang menandakan kebutuhan ini di antaranya keluhan pelanggan terkait kenyamanan ruang tunggu, minimnya arahan yang jelas saat antrean padat, atau adanya gap pemahaman antara tim frontline pendukung dan tim penjualan inti.
Training untuk peran non-sales seperti satpam dan office boy sebaiknya dirancang dengan bahasa yang sangat sederhana, studi kasus yang dekat dengan tugas harian mereka, dan durasi yang efisien agar tidak mengganggu jadwal operasional gerai.
Tentang Dedy Budiman, Champion Sales Trainer Indonesia
Dedy Budiman, M.Pd adalah Champion Sales Trainer Indonesia sekaligus CEO Derap Dynamis Training & Development, Founder KOMISI (Komunitas Profesi Sales Indonesia), Founder SDI (Sales Director Indonesia), dan Ketua Dewan Pembina AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia). Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia sales dan riset doktoral aktif di bidang sales performance, Dedy Budiman dikenal mampu menjangkau audiens lintas level, mulai dari jajaran C-Level eksekutif hingga siswa SMK dan tim frontliner non-sales seperti satpam dan office boy. Bagi perusahaan yang ingin merancang program training serupa, tim Derap Dynamis dapat dihubungi melalui Susan di 087788381837.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa yang menjadi trainer dalam sesi Beyond Selling untuk Satpam dan Office Boy GraPARI?
Sesi training ini dibawakan oleh Dedy Budiman, Champion Sales Trainer Indonesia sekaligus peneliti doktoral bidang sales performance yang juga aktif mengembangkan metode Ambidextrous Service–Selling untuk berbagai program di GraPARI Telkomsel.
Apa itu training Beyond Selling: Consultative Selling untuk Satpam dan Office Boy?
Beyond Selling: Consultative Selling adalah program training yang mengajarkan peran non-sales seperti satpam dan office boy untuk memahami konsep pelayanan yang mendukung penjualan, menggunakan pendekatan Ambidextrous Service–Selling, framework K3A, dan proses DEALS yang disederhanakan sesuai tugas harian mereka.
Mengapa satpam dan office boy perlu dilatih tentang penjualan?
Satpam dan office boy adalah titik kontak pertama yang bertemu pelanggan sebelum transaksi terjadi. Sikap dan pelayanan mereka membentuk kesan pertama yang berdampak langsung pada kenyamanan, kepercayaan, dan loyalitas pelanggan terhadap keseluruhan pengalaman di gerai.
Di area mana saja training Beyond Selling untuk GraPARI ini dilaksanakan?
Training batch pertama ini menjangkau satpam dan office boy di gerai GraPARI wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat sebagai bagian dari program Telkomsel Area 2.
Bagaimana cara menghubungi Dedy Budiman untuk merancang training serupa di perusahaan lain?
Perusahaan yang ingin berkonsultasi atau merancang program training customer care dan consultative selling dapat menghubungi tim Derap Dynamis Training & Development melalui Susan di nomor 087788381837.
Ditulis oleh Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia, Founder KOMISI, SDI & AGMARI, dan peneliti doktoral bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya.

