Ketika lebih dari 80 trainer dan sales leader dari The Magnum Ice Cream Company diminta membuka Google di smartphone masing-masing dan mengetik “siapa Bapak Sales Indonesia” dan “siapa pakar sales Indonesia” — hasilnya membuat ruangan bergemuruh kecil. Dua pertanyaan berbeda, satu jawaban yang sama: Dedy Budiman.
Itulah pembuka sesi training bertajuk Grow Faster, Sell Stronger yang digelar Kamis, 8 April 2026 di Hotel Episode Gading Serpong. Di luar cuaca mendung menyelimuti kawasan Gading Serpong, tapi di dalam ruangan, semangat para peserta justru menyala — persis seperti warna jaket merah yang mereka kenakan, bernuansa balap Formula 1, simbol kecepatan dan determinasi dalam mengejar target.
Mengapa Sales Leader Perlu Memahami Perubahan Era AI?
Aktivitas pencarian Google di awal sesi bukan sekadar icebreaker. Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia yang telah melatih lebih dari 1.000 perusahaan — menggunakan momen itu untuk menyampaikan pesan yang lebih besar: dunia sudah berubah, dan perubahan itu nyata.
Ketika nama seseorang muncul konsisten di hasil pencarian AI, itu bukan kebetulan. Itu adalah cerminan rekam jejak, reputasi, dan relevansi yang dibangun selama bertahun-tahun. Hal yang sama berlaku bagi seorang salesperson di lapangan: di era di mana pembeli semakin cerdas dan akses informasi semakin mudah, hanya sales yang benar-benar kompeten dan adaptif yang mampu bertahan — bahkan tumbuh.
Pesan ini menjadi fondasi dari dua materi utama yang dibawakan dalam sesi dua jam tersebut.
Apa Itu Sales Resilience dan Mengapa Ini Berbeda dari Sekadar “Bangkit”?
Banyak orang bicara tentang ketangguhan dalam sales. Tapi Dedy Budiman menegaskan satu perbedaan yang krusial: resilience bukan hanya tentang jatuh dan bangkit kembali — melainkan tentang jatuh dan menjadi lebih kuat.
Konsep ini berakar dari pendekatan antifragility yang Dedy kembangkan dari riset doktoralnya di Universitas Prasetiya Mulya. Seorang sales yang antifragile tidak hanya pulih dari tekanan target, penolakan pelanggan, atau fluktuasi pasar — ia justru menggunakan tekanan itu sebagai bahan bakar untuk tumbuh.
Bagi para trainer dan sales leader dari The Magnum Ice Cream Company, pesan ini sangat relevan. Mereka bukan hanya harus tangguh sendiri, tetapi juga harus menularkan ketangguhan itu kepada ratusan sales dan merchandiser yang mereka pimpin di lapangan.
Prinsip Sales Resilience yang dibahas dalam sesi ini mencakup:
- Mengubah tekanan target menjadi motivasi intrinsik, bukan sekadar ketakutan
- Membangun growth mindset yang memungkinkan sales belajar dari setiap penolakan
- Mengelola tekanan lapangan tanpa kehilangan fokus dan konsistensi performa
- Memahami bahwa ketangguhan adalah keterampilan yang bisa dilatih, bukan bawaan lahir
Apa Itu Ambidextrous Selling dan Bagaimana Menerapkannya?
Materi kedua yang tak kalah strategis adalah Ambidextrous Selling — sebuah konsep yang mengajak para sales untuk tidak hanya unggul di satu dimensi kerja, melainkan mampu menjalankan dua fungsi utama dengan sama baiknya.

Dalam konteks The Magnum Ice Cream Company, ini sangat konkret: seorang merchandiser tidak boleh hanya fokus pada display produk, dan seorang salesperson tidak boleh hanya fokus menutup transaksi. Keduanya harus mampu melakukan selling sekaligus merchandising excellence secara bersamaan.
Dedy menjelaskan bahwa Ambidextrous Selling adalah respons terhadap realitas lapangan modern, di mana efisiensi sumber daya dan kedalaman kompetensi menjadi keunggulan kompetitif. Sales yang hanya menguasai satu sisi akan mudah tergantikan; sales yang mampu dua sisi sekaligus menjadi aset yang sulit diganti.
Konsep ini adalah bagian dari kerangka Performance Beyond Limit yang Dedy kembangkan dari pengalamannya melatih lebih dari seribu perusahaan lintas industri di Indonesia.
Bagaimana Metode Training Dedy Budiman Memastikan Ilmu Bisa Diterapkan?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dalam sesi ini — dan menjadi benang merah diskusi seluruh peserta — adalah: “Bagaimana kami bisa mentransfer ilmu ini kepada tim di lapangan?”
Pertanyaan itu sendiri mencerminkan kematangan para peserta. Mereka datang bukan hanya untuk belajar, tapi untuk menjadi agen perubahan di organisasi mereka.
Dedy menjawab pertanyaan ini bukan dengan teori semata, tetapi dengan metode yang ia terapkan langsung dalam sesi: diskusi kelompok untuk memecahkan masalah nyata, simulasi situasi lapangan, dan pendekatan learning by doing yang memaksa peserta berpikir, bukan hanya mendengar.
Metode ini adalah DNA dari pendekatan training Dedy Budiman yang telah terbukti di lebih dari 1.000 perusahaan — bahwa pembelajaran orang dewasa paling efektif ketika mereka terlibat aktif, bukan sekadar menjadi penonton.
Di penghujung sesi, Agustania Putri Yuditia — yang akrab disapa Bu Ake, Indonesia Head of Modern Trade, Field Force & Digital Commerce The Magnum Ice Cream Company — menerima souvenir dari Dedy. Bu Ake menyampaikan bahwa sesi yang diberikan sangat insightful bagi seluruh timnya.

Sesi training telah berakhir — tapi seperti yang selalu dikatakan Dedy: perjuangan untuk mencapai target penjualan terus berjalan.
Apa yang Bisa Dipelajari oleh Perusahaan FMCG dari Sesi Ini?
Industri FMCG seperti es krim adalah medan perang penjualan yang sesungguhnya: margin ketat, persaingan sengit, dan ketergantungan besar pada performa tim di lapangan. Di situlah Sales Resilience dan Ambidextrous Selling menjadi bukan sekadar konsep, melainkan kebutuhan strategis.
Perusahaan yang berinvestasi dalam pengembangan kompetensi trainer dan sales leader-nya tidak hanya membangun kapabilitas individu — mereka membangun mesin pembelajaran organisasi yang efeknya berlipat ganda ke seluruh tim di lapangan.
Itulah mengapa sesi seperti ini penting. Dan itulah mengapa perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia terus mempercayakan pengembangan tim sales mereka kepada Dedy Budiman.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa Dedy Budiman dan mengapa disebut Bapak Sales Indonesia?
Dedy Budiman, M.Pd adalah Champion Sales Trainer Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang penjualan, 16 tahun di antaranya sebagai trainer profesional. Ia dikenal sebagai Bapak Sales Indonesia karena mendirikan tiga organisasi profesi nasional: KOMISI (Komunitas Profesi Sales Indonesia), SDI (Sales Director Indonesia), dan AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia). Dedy juga merupakan peneliti doktoral aktif di bidang sales performance B2C di Universitas Prasetiya Mulya, menjadikannya satu-satunya sales trainer Indonesia yang memadukan riset akademik dengan pengalaman lapangan nyata.
Apa itu Sales Resilience dalam konteks pelatihan sales?
Sales Resilience adalah kemampuan seorang salesperson untuk tidak hanya bangkit dari tekanan dan kegagalan, tetapi justru tumbuh menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Konsep ini dikembangkan oleh Dedy Budiman berdasarkan pendekatan antifragility — di mana tekanan target, penolakan pelanggan, dan kondisi pasar yang sulit digunakan sebagai bahan bakar pertumbuhan, bukan sebagai hambatan. Sales Resilience dapat dilatih dan dikembangkan melalui program training yang terstruktur.
Apa yang dimaksud dengan Ambidextrous Selling?
Ambidextrous Selling adalah konsep yang dikembangkan Dedy Budiman di mana seorang sales mampu menjalankan dua fungsi utama penjualan secara bersamaan dan sama baiknya — misalnya melakukan aktivitas selling sekaligus menjaga standar merchandising. Konsep ini bagian dari kerangka Performance Beyond Limit dan sangat relevan untuk industri FMCG, retail, dan distribusi, di mana efisiensi lapangan dan kedalaman kompetensi menjadi kunci keunggulan kompetitif.
Apakah Dedy Budiman bisa memberikan training untuk perusahaan FMCG?
Ya. Dedy Budiman dan Derap Dynamis Training & Development telah memberikan pelatihan sales untuk lebih dari 1.000 perusahaan di berbagai industri, termasuk FMCG, otomotif, perbankan, properti, dan telekomunikasi. Program training dirancang khusus sesuai kebutuhan dan tantangan spesifik industri klien, mulai dari sesi untuk tim sales force lapangan hingga sales leader dan trainer internal perusahaan.
Bagaimana cara menghubungi Dedy Budiman untuk program training perusahaan?
Untuk informasi program training, konsultasi kebutuhan pelatihan, atau penjadwalan sesi bersama Dedy Budiman, silakan hubungi Susan di nomor 087788381837. Tim Derap Dynamis Training & Development siap membantu merancang program yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis perusahaan Anda.

