Empat Institusi Berkolaborasi Membangun Ekosistem Sales Indonesia

Kolaborasi Universitas Prasetiya Mulya, Sales Director Indonesia, KOMISI, dan AGMARI membangun ekosistem profesi sales Indonesia 2026

Di tengah perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dan kehadiran AI yang mulai mengubah cara konsumen mencari informasi serta mengambil keputusan pembelian, profesi sales sedang berada dalam fase yang sangat penting.

Di satu sisi, hampir semua perusahaan membutuhkan tenaga sales yang andal. Namun di sisi lain, profesi sales masih sering dipandang sebelah mata. Tidak sedikit anak muda yang belum melihat sales sebagai profesi yang membanggakan, padahal di balik pertumbuhan banyak perusahaan, selalu ada peran para sales profesional yang bekerja di garis depan.

Kesadaran inilah yang menjadi salah satu latar belakang penting dari pertemuan empat institusi pada Rabu, 13 Mei 2026, pukul 18.00–20.00 WIB. Pertemuan ini membahas kolaborasi strategis untuk mendukung kemajuan profesi sales Indonesia secara lebih serius, terarah, dan berkelanjutan.

Empat institusi yang terlibat adalah Universitas Prasetiya Mulya, Sales Director Indonesia (SDI), Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), dan Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI).

Siapa yang Hadir dalam Pertemuan Ini?

Dari Universitas Prasetiya Mulya hadir Dr. rer. pol. Christiana Yosevina Ratna Tercia, Ko-Provost 1 Universitas Prasetiya Mulya. Dari Sales Director Indonesia (SDI) hadir Brando Tengdom, Hans Harischandra, Raymundus Arief, dan Marcellina Bun. Dari KOMISI hadir Indra Hadiwidjaja dan Sekar Tyas Nareswari. Sementara dari AGMARI hadir Ahmad Madani dan Pebriza Yanti.

Pertemuan dibuka oleh Brando Tengdom, Ketua Umum Sales Director Indonesia, yang menjadi salah satu penggerak terjadinya diskusi lintas institusi ini.

Bagaimana Ekosistem Sales Indonesia Ini Dibangun?

Kolaborasi ini mempertemukan empat institusi yang memiliki peran berbeda, tetapi saling melengkapi dalam satu ekosistem yang utuh.

Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia dan peneliti doktoral bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya — adalah founder dari ketiga organisasi profesi yang terlibat dalam pertemuan ini: KOMISI, SDI, dan AGMARI.

KOMISI, atau Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia, lahir pada 11 November 2011 sebagai gerakan untuk mengangkat martabat profesi sales dan menjadikannya profesi pilihan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Lima tahun berselang, pada 9 Agustus 2016, lahir Sales Director Indonesia (SDI) sebagai wadah strategis bagi para sales director, CEO, business leader, dan owner perusahaan untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan menjadi role model bagi para sales profesional. Kemudian, pada 6 Maret 2019, lahir AGMARI — Asosiasi Guru Marketing Indonesia — untuk merangkul para guru marketing SMK di berbagai daerah agar pengenalan profesi sales dapat dimulai lebih dini dan lebih sistematis.

Pendekatan melalui guru menjadi sangat strategis. Siswa SMK akan lulus dan berganti setiap beberapa tahun, tetapi guru tetap berada di sekolah dan terus membimbing generasi berikutnya. Karena itu, membangun pemahaman guru tentang dunia sales berarti membangun pengaruh jangka panjang terhadap calon-calon sales profesional masa depan.

Kehadiran Universitas Prasetiya Mulya semakin melengkapi ekosistem ini. Bagi Dedy Budiman, yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di Universitas Prasetiya Mulya dengan fokus pada bidang sales performance, pengembangan profesi sales tidak cukup hanya dibangun melalui pengalaman praktis dan komunitas. Profesi ini juga membutuhkan dasar akademik yang kuat agar dapat berkembang lebih serius, terukur, dan memiliki legitimasi keilmuan.

Apa Itu Program Profesional Mengajar?

Salah satu program utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah Profesional Mengajar.

Program ini telah berjalan kurang lebih lima tahun sebagai kolaborasi antara SDI, KOMISI, dan AGMARI. Melalui program ini, para sales director, CEO, owner perusahaan, dan profesional industri meluangkan waktu untuk mengajar langsung di SMK-SMK jurusan pemasaran di berbagai daerah. Setiap tahun, program ini rata-rata menjangkau sekitar 100 SMK.

Program Profesional Mengajar bukan sekadar sesi sharing biasa. Bagi siswa SMK, kehadiran para profesional memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja — mereka mendengar langsung dari para pimpinan perusahaan bahwa sales bukan sekadar pekerjaan menawarkan produk, melainkan profesi yang membutuhkan kompetensi, mentalitas, komunikasi, ketekunan, dan kemampuan membangun relasi. Bagi dunia usaha, program ini juga membuka ruang untuk lebih memahami kondisi sekolah, guru, dan siswa SMK.

Dengan kata lain, Profesional Mengajar menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. SMK membutuhkan dukungan dunia usaha agar siswanya lebih siap memasuki dunia kerja. Sebaliknya, dunia usaha juga membutuhkan lulusan SMK yang memahami realitas industri.

Pada tahun 2026, program Profesional Mengajar direncanakan berjalan pada bulan Agustus dan September, dengan target menjangkau sekitar 100 SMK, terutama di Pulau Jawa.

Apa Itu SDI Sales Award 2026?

Program berikutnya yang dibahas adalah SDI Sales Award 2026, kolaborasi antara Sales Director Indonesia dan Universitas Prasetiya Mulya. Program ini direncanakan diluncurkan pada 9 Agustus 2026, bertepatan dengan ulang tahun ke-10 SDI.

SDI Sales Award bukan hanya ajang penghargaan. Program ini dirancang sebagai proses pembelajaran dan pengembangan bagi para sales leader. Para peserta — baik dari member SDI maupun sales director, C-level, dan owner perusahaan non-member — akan mengikuti rangkaian kelas yang dipersiapkan bersama Universitas Prasetiya Mulya, mengerjakan project nyata, dan menjalani penilaian yang terstruktur dari Agustus hingga Oktober 2026.

Pemenang SDI Sales Award rencananya akan diumumkan pada November 2026, bertepatan dengan rangkaian Hari Sales Indonesia dan ulang tahun KOMISI.

Program ini memperlihatkan bahwa profesi sales — khususnya di level leadership — tidak cukup hanya dinilai dari pencapaian target. Sales leadership juga perlu dilihat dari kemampuan membangun tim, menciptakan strategi, mengembangkan organisasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan bisnis.

Bagaimana Rencana Hari Sales Indonesia 2026?

Puncak dari rangkaian kolaborasi ini akan berlangsung dalam perayaan Hari Sales Indonesia 2026.

KOMISI akan merayakan ulang tahunnya yang ke-15 pada 11 November 2026. Acara puncaknya direncanakan pada Sabtu, 14 November 2026, dalam bentuk seminar nasional yang menjadi kolaborasi antara KOMISI, SDI, AGMARI, dan Universitas Prasetiya Mulya. Targetnya adalah menghadirkan sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari sales profesional, sales leader, mahasiswa, hingga siswa SMK.

Sekitar 20–30 pembicara direncanakan hadir, terdiri dari para top sales, sales leader, dan praktisi bisnis yang akan berbagi pengalaman dan insight dalam sesi yang padat dan relevan. Sebagian besar pembicara direncanakan berasal dari para member SDI dan para pemimpin sales yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia penjualan.

Dengan konsep ini, Hari Sales Indonesia 2026 bukan hanya menjadi acara perayaan, tetapi ruang pembelajaran, inspirasi, dan regenerasi profesi sales Indonesia.

Mengapa Kolaborasi Ini Penting untuk Profesi Sales?

Pertemuan empat institusi ini menunjukkan satu hal yang penting: profesi sales tidak bisa dikembangkan oleh satu pihak saja.

Pebriza Yanti dari AGMARI menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan nyata dunia industri kepada anak-anak SMK. Melalui program-program seperti Profesional Mengajar, siswa dapat lebih memahami apa itu profesi sales dan bagaimana mereka dapat mempersiapkan diri untuk memasuki profesi yang sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

Semangat SDI adalah mendukung kemajuan sales melalui pendidikan dan keterlibatan para leader. Para sales director dan business leader tidak hanya menjadi pemimpin di perusahaan masing-masing, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi sales berikutnya. Dari sisi KOMISI, kolaborasi ini sejalan dengan visi besar untuk menjadikan sales sebagai profesi yang lebih dihargai, lebih dipilih, dan lebih mampu meningkatkan ekonomi keluarga Indonesia.

Bagi Dedy Budiman, ini adalah kelanjutan dari perjalanan panjang yang dimulai lebih dari satu dekade lalu — dari mendirikan KOMISI pada 2011, SDI pada 2016, hingga AGMARI pada 2019. Kini, dengan dukungan akademik dari Universitas Prasetiya Mulya tempat Dedy menempuh studi doktoral, ekosistem sales Indonesia semakin lengkap untuk terus tumbuh.

Sales bukan hanya urusan perusahaan. Sales adalah salah satu profesi penting yang menopang pertumbuhan ekonomi. Ketika profesi sales berkembang, perusahaan dapat bertumbuh, lapangan kerja terbuka, dan banyak keluarga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Kemajuan sales Indonesia tidak lahir hanya dari target yang tercapai. Ia lahir dari ekosistem yang dibangun bersama, dari generasi yang disiapkan, dari leader yang mau turun tangan, dan dari institusi yang berani berkolaborasi untuk masa depan yang lebih baik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa pendiri KOMISI, SDI, dan AGMARI?

Ketiga organisasi profesi sales Indonesia ini — KOMISI (Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia), SDI (Sales Director Indonesia), dan AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia) — didirikan oleh Dedy Budiman, M.Pd, Champion Sales Trainer Indonesia dan peneliti doktoral bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya. KOMISI lahir pada 11 November 2011, SDI pada 9 Agustus 2016, dan AGMARI pada 6 Maret 2019.

Apa itu program Profesional Mengajar dalam ekosistem sales Indonesia?

Profesional Mengajar adalah program kolaborasi antara SDI, KOMISI, dan AGMARI di mana para sales director, CEO, dan profesional industri mengajar langsung di SMK jurusan pemasaran. Program ini telah berjalan kurang lebih lima tahun dan rata-rata menjangkau 100 SMK setiap tahunnya, berfungsi sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Apa itu SDI Sales Award dan kapan diadakan?

SDI Sales Award 2026 adalah program penghargaan dan pengembangan bagi para sales leader, hasil kolaborasi antara Sales Director Indonesia dan Universitas Prasetiya Mulya. Program ini diluncurkan pada 9 Agustus 2026 bertepatan dengan ulang tahun ke-10 SDI, dengan proses pembelajaran dari Agustus hingga Oktober 2026, dan pengumuman pemenang pada November 2026 bertepatan dengan Hari Sales Indonesia.

Kapan dan bagaimana Hari Sales Indonesia 2026 akan dirayakan?

Hari Sales Indonesia 2026 akan dipuncaki dengan seminar nasional pada Sabtu, 14 November 2026, sebagai kolaborasi antara KOMISI, SDI, AGMARI, dan Universitas Prasetiya Mulya. Target peserta adalah 1.000 orang dari berbagai latar belakang — sales profesional, sales leader, mahasiswa, dan siswa SMK — dengan 20–30 pembicara dari kalangan top sales dan pemimpin bisnis Indonesia.