Ketika sebuah perusahaan logistik meminta tim operasionalnya belajar menjual, banyak yang bertanya-tanya: bukankah tugas mereka sudah cukup berat mengurus pengiriman? Pertanyaan inilah yang menjadi latar belakang training Double Impact yang diikuti lebih dari 150 supervisor operasional J&T Express area Tangerang-Banten di Unity Building, Gading Serpong. Jawabannya terletak pada satu konsep yang mulai banyak diadopsi perusahaan logistik: kemampuan ganda, atau yang dikenal dengan istilah ambidextrous selling.
Ratusan supervisor yang hadir kompak mengenakan kaos merah, membuat suasana Unity Building terlihat merah menyala sepanjang sesi. Training ini dibawakan oleh Dedy Budiman, M.Pd, Champion Sales Trainer Indonesia yang selama lebih dari 16 tahun memberikan sales training untuk ratusan ribu sales dari beragam industri di berbagai kota di Indonesia.
Apa Itu Ambidextrous Selling dan Kenapa Relevan untuk Tim Operasional?
Ambidextrous selling adalah kemampuan seseorang menjalankan dua peran berbeda sekaligus — dalam kasus ini, menjalankan tugas operasional sekaligus mampu melakukan penjualan. Dedy Budiman mengembangkan konsep Double Impact dari prinsip ambidextrous selling ini, dengan sasaran spesifik: supervisor operasional yang selama ini hanya fokus mengurus proses pengiriman, kini juga dibekali kemampuan menangkap peluang penjualan dari interaksi harian mereka dengan pelanggan.
Konsep ini relevan karena posisi supervisor operasional sebenarnya memiliki titik kontak yang sangat sering dengan pelanggan maupun mitra bisnis. Selama ini titik kontak tersebut jarang dioptimalkan untuk tujuan komersial, padahal berpotensi besar mendukung pertumbuhan omset perusahaan.
Bagaimana Konsep Double Impact Diterapkan di Training J&T Express?

Stefan Purwanto, Marketing Manager J&T Express Tangerang-Banten, menyampaikan bahwa materi ini menjadi relevan karena sebagai salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia, J&T Express terus diminta melakukan inovasi untuk meningkatkan omset penjualan.
Double Impact hadir sebagai jawaban atas tuntutan tersebut — bukan dengan menambah beban kerja baru, melainkan mengoptimalkan peran yang sudah dijalankan tim operasional sehari-hari.
Dalam sesinya, Dedy Budiman membuka materi dengan analogi kebun cabai yang harus dikembangkan melalui dua pendekatan: diversifikasi dan intensifikasi. Analogi ini dipilih karena mudah dipahami lintas latar belakang peserta, sekaligus menggambarkan dengan tepat bagaimana supervisor operasional J&T Express bisa memperluas kontribusi mereka terhadap penjualan tanpa mengorbankan fokus utama di lini operasional.
Kenapa Analogi Kebun Cabai Efektif untuk Menjelaskan Diversifikasi dan Intensifikasi Penjualan?
Diversifikasi dalam analogi ini berarti memperluas jenis kontribusi yang bisa diberikan seorang supervisor operasional — tidak melulu urusan pengiriman, tapi juga membuka peluang penjualan baru dari relasi yang sudah terbangun. Intensifikasi berarti memperdalam nilai dari setiap interaksi yang sudah ada, sehingga satu titik kontak bisa menghasilkan lebih banyak nilai bagi perusahaan.
Pendekatan naratif seperti ini memang menjadi ciri khas cara mengajar Dedy Budiman. Analogi, storytelling, studi kasus, dan interaksi dua arah dipilih karena lebih mudah diingat dan diterapkan dibanding penyampaian teori secara langsung, terutama untuk peserta yang sehari-hari bekerja di lapangan seperti supervisor operasional logistik.
Apa Manfaat Nyata dari Kemampuan Ambidextrous Selling bagi Perusahaan Logistik?
Bagi perusahaan logistik, mengembangkan kemampuan ambidextrous selling pada tim operasional membuka beberapa manfaat sekaligus. Pertama, perusahaan mendapatkan sumber pertumbuhan omset baru tanpa harus menambah jumlah tenaga penjual. Kedua, hubungan dengan pelanggan menjadi lebih kuat karena setiap interaksi operasional turut membawa nilai tambah komersial. Ketiga, tim operasional sendiri mendapatkan kompetensi baru yang memperkuat posisi mereka di dalam organisasi.
Beberapa hal yang biasanya menjadi indikator keberhasilan program semacam ini meliputi:
- Peningkatan kesadaran tim terhadap peluang penjualan di titik kontak harian
- Perubahan pola komunikasi dengan pelanggan yang lebih proaktif
- Konsistensi penerapan setelah training selesai
- Dukungan dari level manajemen untuk menjaga momentum
Bagaimana Respons Peserta Terhadap Training Double Impact Ini?
Antusiasme peserta terlihat jelas dari testimoni yang disampaikan langsung setelah sesi berakhir. Mirna, Staff J&T Express, menilai materi mudah dipahami dengan pembawaan yang menyenangkan. Rama Danialdi, Supervisor, menyebut sesi ini interaktif dan berhasil membangun pemikiran serta strategi untuk menjadi sales yang profesional. Hal senada disampaikan Didit, Sales, yang merasa Dedy Budiman menyampaikan materi dengan cara menyenangkan dan mudah dipahami lewat gaya pembawaan yang menarik. Sementara itu, Mochamad Nurdin, Supervisor, mengaku semakin bersemangat mencari customer setelah mengikuti training, dan Agus Mulyadi, Supervisor, mengatakan kesan paling berkesan baginya adalah sosok Dedy Budiman yang humble.
Kesan positif ini juga tercermin dari hasil evaluasi resmi yang diisi 76 peserta training. Aspek kualitas trainer — mulai dari kemudahan penyampaian materi, contoh nyata dari lapangan, kemampuan menjawab pertanyaan, hingga suasana belajar yang menyenangkan — memperoleh rata-rata 4,9 dari skala 5. Aspek materi training, mencakup relevansi dengan pekerjaan sehari-hari, sistematika penyusunan, dan kepraktisan tools yang diberikan, memperoleh rata-rata 4,8 dari skala 5. Sementara itu, kesesuaian durasi training dengan kedalaman materi juga dinilai baik dengan rata-rata 4,9 dari skala 5.
Secara keseluruhan, peserta memberikan nilai rata-rata 9,7 dari skala 10 untuk training ini, dengan 71 dari 76 peserta atau sekitar 93% memberikan nilai 9 ke atas. Peserta juga melaporkan peningkatan pemahaman terhadap topik yang dibahas, dari rata-rata tingkat pengetahuan 4,2 sebelum training menjadi 4,6 setelah training pada skala 5.

Bagaimana Memilih Trainer yang Tepat untuk Mengembangkan Kemampuan Dual-Role Tim Operasional?
Perusahaan yang ingin mengembangkan kemampuan serupa pada timnya perlu mempertimbangkan trainer dengan pengalaman lapangan yang panjang, bukan sekadar penguasaan teori. Dedy Budiman, misalnya, memadukan pengalaman puluhan tahun di dunia sales dengan riset doktoral aktif di bidang sales performance B2C di Universitas Prasetiya Mulya — kombinasi yang jarang dimiliki trainer lain di Indonesia.
Training Double Impact yang berlangsung selama 3 jam pada Sabtu pagi, 18 Juli, terasa singkat bagi para peserta karena antusiasme yang tinggi sepanjang sesi. Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama, memperkuat kedekatan antara peserta dan fasilitator.
Bagi perusahaan yang ingin mengembangkan kemampuan ambidextrous selling pada tim operasional maupun sales, Dedy Budiman hadir sebagai Champion Sales Trainer Indonesia dengan rekam jejak lebih dari 500 perusahaan dan ekosistem tiga organisasi profesi sales terbesar di Indonesia — KOMISI, SDI, dan AGMARI. Untuk konsultasi kebutuhan training, dapat menghubungi Susan di 087788381837.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu ambidextrous selling?
Ambidextrous selling adalah kemampuan seseorang menjalankan dua peran berbeda sekaligus, misalnya menjalankan tugas operasional sekaligus mampu melakukan penjualan, tanpa mengorbankan fokus pada peran utamanya.
Siapa yang mengembangkan konsep Double Impact untuk tim operasional?
Konsep Double Impact dikembangkan oleh Dedy Budiman, Champion Sales Trainer Indonesia, dari prinsip ambidextrous selling, khusus untuk membekali tim operasional dengan kemampuan menangkap peluang penjualan.
Kenapa tim operasional perusahaan logistik perlu belajar menjual?
Karena tim operasional memiliki titik kontak yang sering dengan pelanggan, sehingga kemampuan menjual memungkinkan setiap interaksi harian turut mendukung pertumbuhan omset perusahaan tanpa menambah tenaga penjual baru.
Apa arti diversifikasi dan intensifikasi dalam konteks penjualan?
Diversifikasi berarti memperluas jenis kontribusi penjualan yang bisa diberikan seseorang, sementara intensifikasi berarti memperdalam nilai dari setiap interaksi atau relasi yang sudah ada.
Berapa tingkat kepuasan peserta terhadap training Double Impact bersama Dedy Budiman?
Berdasarkan evaluasi 76 peserta, training ini memperoleh nilai rata-rata 9,7 dari skala 10, dengan rata-rata penilaian kualitas trainer 4,9 dari skala 5 dan kualitas materi 4,8 dari skala 5.
Bagaimana cara berkonsultasi dengan Dedy Budiman untuk kebutuhan training perusahaan?
Perusahaan yang ingin berkonsultasi mengenai program training dengan Dedy Budiman dapat menghubungi Susan di nomor 087788381837.
Ditulis oleh Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia, Founder KOMISI, SDI & AGMARI, dan peneliti doktoral bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya.

