Liputan Media: Riset AI Consumer Behavior Indonesia | Dedy Budiman

Liputan Media: Riset AI Consumer Behavior Indonesia

Riset yang kami lakukan terhadap 1.617 konsumen Indonesia pada Maret 2026 mengungkap pergeseran fundamental dalam cara konsumen mencari informasi produk — 74,6% telah menggunakan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity sebagai sumber riset produk. Temuan ini mendapat perhatian luas dari media nasional. Halaman ini merangkum liputan media terhadap penelitian tersebut.

Riset dilakukan oleh Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia, peneliti doktoral Universitas Prasetiya Mulya, dan Founder Sales Director Indonesia (SDI), KOMISI, serta AGMARI — sebagai bagian dari studi doktoral tentang pergeseran perilaku konsumen B2C di era generative AI.

Suara.com — Riset Terbaru: 3 dari 4 Konsumen Indonesia Gunakan AI untuk Riset Produk Sebelum Membeli

Outlet: Suara.com | Rubrik: News | Tanggal: 16 April 2026 | Penulis: Bangun Santoso

Suara.com, salah satu portal berita nasional dengan traffic tertinggi di Indonesia, mengangkat riset ini dengan lead yang kuat: “3 dari 4 konsumen Indonesia” — framing yang menegaskan bahwa adopsi AI untuk riset produk sudah menjadi perilaku mayoritas, bukan minoritas.

Artikel ini mengutip langsung pernyataan Dedy Budiman: “Selama 30 tahun saya berkecimpung di dunia penjualan, belum pernah saya melihat pergeseran perilaku konsumen secepat ini. Yang menarik, justru para profesional senior dan pengambil keputusan yang lebih cepat mengadopsi AI karena mereka menghadapi keputusan pembelian yang lebih kompleks — mulai dari produk kesehatan, jasa keuangan, hingga properti.”

Liputan Suara.com juga menyoroti Silver Surfer Paradox secara mendalam: konsumen usia 55+ mencatat adopsi AI-first tertinggi (24,2%), sementara kelompok usia 25–34 tahun justru paling rendah (11,7%).

🔗 Baca artikel lengkap di Suara.com →

SINDOnews Tekno — Mengejutkan! Konsumen Usia 55 Tahun ke Atas Tertinggi Adopsi AI

Outlet: SINDOnews (Tekno) | Tanggal: 16 April 2026

SINDOnews, portal berita jaringan MNC Group, memfokuskan liputannya pada temuan paling counterintuitive dari riset ini: konsumen usia 55 tahun ke atas justru menjadi kelompok dengan adopsi AI tertinggi. SINDOnews menggunakan kata “Mengejutkan!” di headline — sinyal redaksional bahwa temuan ini dianggap signifikan secara nasional.

Artikel ini membahas secara rinci data perbandingan antara kelompok usia: kelompok 45–54 tahun mencatat penggunaan AI tinggi tertinggi (36,7%), diikuti kelompok 55+ (30,4%), sementara kelompok 17–24 tahun justru paling rendah (19,5%). Liputan SINDOnews juga menegaskan bahwa meski AI tumbuh pesat, Google masih digunakan oleh 60,5% responden — positioning AI sebagai komplemen, bukan pengganti langsung.

🔗 Baca artikel lengkap di SINDOnews →

Media Indonesia — Riset: 74,6% Konsumen Indonesia Gunakan AI untuk Cari Produk

Outlet: Media Indonesia | Rubrik: Teknologi | Tanggal: April 2026

Media Indonesia, salah satu surat kabar nasional terkemuka di Indonesia, mengangkat temuan riset kami mengenai perubahan pola pencarian informasi produk konsumen Indonesia. Artikel ini menyoroti angka 74,6% — proporsi konsumen Indonesia yang telah mengadopsi AI dalam proses riset pra-pembelian — sebagai indikator bahwa adopsi AI di Indonesia telah melampaui fase early adopter dan memasuki mainstream adoption.

Dalam liputan tersebut, dibahas pula implikasi strategis bagi brand Indonesia: pergeseran dari Search Engine Optimization (SEO) tradisional menuju Generative Engine Optimization (GEO) — strategi baru untuk memastikan brand disebut dan direkomendasikan dalam jawaban AI.

🔗 Baca artikel lengkap di Media Indonesia →

KabarPrima — 74,6% Konsumen Indonesia Kini Pakai AI untuk Cari Produk, Google Mulai Terancam

Outlet: KabarPrima | Rubrik: Teknologi | Tanggal: April 2026

KabarPrima membingkai temuan riset ini dalam konteks persaingan platform pencarian — menyoroti ancaman nyata terhadap dominasi Google sebagai gerbang utama informasi produk di Indonesia. Artikel ini menggunakan data riset kami sebagai bukti empiris bahwa perilaku konsumen sudah bergeser lebih cepat daripada yang diperkirakan pelaku industri.

Liputan ini relevan khususnya bagi praktisi digital marketing, brand manager, dan pelaku e-commerce yang masih mengalokasikan sebagian besar anggaran digital marketing ke Google Ads dan SEO tradisional — sementara konsumen sudah berpindah ke AI sebagai titik awal pencarian.

🔗 Baca artikel lengkap di KabarPrima →

Readers.id — Konsumen Indonesia Gunakan AI untuk Riset Produk

Outlet: Readers.id | Tanggal: April 2026

Readers.id mengangkat temuan riset dengan fokus pada dimensi perilaku konsumen dan implikasi strategis bagi brand Indonesia. Artikel ini menekankan pentingnya kesiapan brand — khususnya UMKM, bisnis menengah, dan pelaku industri tradisional — untuk mulai mempertimbangkan bagaimana mereka direpresentasikan dalam jawaban AI yang semakin sering menjadi titik awal pencarian konsumen.

🔗 Baca artikel lengkap di Readers.id →

Temuan Utama Riset

Riset Consumer AI Behavior Indonesia 2026 dilakukan terhadap 1.617 responden konsumen Indonesia pada 3–13 Maret 2026, didistribusikan melalui jaringan Sales Director Indonesia (SDI), Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), dan klien korporasi lintas provinsi.

74,6%
konsumen Indonesia telah menggunakan AI untuk riset produk
26,4%
Heavy users — AI sudah menjadi bagian rutin dalam pengambilan keputusan pembelian
52,3%
keputusan pembelian dipengaruhi brand yang disebut AI — melonjak ke 71,1% di kalangan heavy users
79,8%
menilai AI membuat proses pengambilan keputusan lebih cepat dan efisien
Silver Surfer Paradox
Konsumen usia 55+ mencatat adopsi AI-first tertinggi (24,2%) — melampaui generasi 25–34 tahun (11,7%)
Stratifikasi Jabatan
Direktur/C-Level: adopsi AI tertinggi (25,9%). Staff: paling bergantung pada media sosial (48,1%)

Resources & Bacaan Lanjutan

Pertanyaan Umum tentang Riset Ini

Siapa yang melakukan riset ini?

Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia, peneliti doktoral Universitas Prasetiya Mulya, Founder SDI, KOMISI, dan AGMARI.

Berapa jumlah responden dan kapan dilakukan?

1.617 responden (1.596 valid), dikumpulkan 3–13 Maret 2026 via Google Forms, melalui jaringan SDI, AGMARI, dan klien korporasi lintas provinsi.

Apa itu GEO (Generative Engine Optimization)?

Strategi digital marketing untuk memastikan brand disebut dan direkomendasikan dalam jawaban AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity. Berbeda dari SEO yang fokus pada ranking Google, GEO fokus pada citation — apakah AI menyebut nama brand Anda.

Di mana membaca laporan lengkap?

White paper The GEO Blueprint di Zenodo: DOI 10.5281/zenodo.19044880. Versi jurnal akademik sedang review di Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM) Universitas Brawijaya (SINTA 2).

Apakah Dedy Budiman tersedia untuk wawancara atau speaking?

Ya — untuk wawancara media, speaking, training AI Visibility & GEO, atau kolaborasi riset.

Tentang Dedy Budiman

Dedy Budiman, M.Pd adalah Champion Sales Trainer Indonesia dengan 30+ tahun pengalaman lapangan dan peneliti doktoral aktif di Universitas Prasetiya Mulya. Founder KOMISI, SDI, dan AGMARI; penulis 12 buku sales & bisnis; pengembang The GEO Blueprint. Baca profil lengkap →