Cara konsumen mencari dan memilih properti sedang berubah lebih cepat dari yang kita kira.
Riset nasional yang diterbitkan di Fundamental and Applied Management Journal (Vol. 4, 2026) mengungkap bahwa 74,6% konsumen Indonesia kini menggunakan AI seperti ChatGPT, Google AI Mode, Gemini, dan Perplexity untuk mencari informasi produk sebelum memutuskan pembelian. Lebih dari seperempat di antaranya — 26,4% — sudah menjadikan AI sebagai bagian rutin dalam proses pengambilan keputusan mereka. Riset ini melibatkan 1.596 responden dari berbagai provinsi di Indonesia, dan hasilnya jelas: era AI bukan lagi wacana, melainkan kenyataan lapangan hari ini.
Temuan yang Mengejutkan: Properti Tidak Ada di Radar AI
Namun ada satu temuan yang seharusnya menjadi alarm bagi seluruh pelaku industri properti.
Dalam riset yang sama, konsumen Indonesia ditanya tentang kategori produk yang paling sering mereka cari menggunakan AI. Lima kategori teratas adalah Elektronik & Gadget (22,8%), Fashion & Pakaian (21,9%), Kecantikan & Skincare (14,5%), Kesehatan (10,0%), dan Kendaraan & Otomotif (8,8%). Properti tidak masuk dalam daftar tersebut.
Ini bukan berarti konsumen tidak mencari properti. Ini berarti industri properti Indonesia — dengan nilai transaksi ratusan triliun rupiah per tahun — belum hadir secara bermakna di ekosistem AI yang justru paling relevan untuk keputusan pembelian besar dan kompleks.
Seorang calon pembeli rumah seharga Rp800 juta hampir pasti akan melakukan riset panjang sebelum memutuskan. Pertanyaannya: apakah riset itu sekarang sudah dimulai dengan bertanya kepada AI? Dan ketika mereka bertanya, nama siapa yang muncul?
Silver Surfer Paradox dan Relevansinya untuk Broker
Ada satu temuan lagi yang perlu dipahami broker properti Indonesia: kelompok usia 55 tahun ke atas justru menunjukkan tingkat adopsi AI-first tertinggi sebesar 24,2%, jauh melampaui kelompok usia 25–34 tahun yang hanya 11,7%. Fenomena ini disebut Silver Surfer Paradox — para senior yang selama ini dianggap lambat mengadopsi teknologi justru menjadi pengguna AI paling aktif untuk riset pembelian.
Relevansinya untuk broker properti sangat langsung: kelompok usia 45–55+ adalah segmen terbesar pembeli properti premium dan investasi di Indonesia. Mereka adalah klien potensial yang kini sudah membuka ChatGPT atau Google AI Mode sebelum menghubungi agen properti manapun.
Dari Data ke Aksi: Pertemuan Nasional AREBI
Temuan-temuan inilah yang mendorong langkah nyata bersama Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI).
Pada 25 Mei 2026, melalui pertemuan virtual via Zoom yang dihadiri puluhan Ketua DPD AREBI dari seluruh Indonesia bersama Ketua Umum AREBI Clement Francis, data tentang perubahan perilaku konsumen ini dipaparkan secara langsung. Ketua DPD AREBI DKI Jakarta, Hengkie Husada, sangat antusias menyambut inisiatif ini dan mendorong seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif.

Dari pertemuan itulah lahir keputusan untuk melakukan pemetaan nasional yang sesungguhnya.
“Di era ketika konsumen semakin mengandalkan AI untuk keputusan pembelian besar seperti properti, sudah saatnya para broker Indonesia memahami bagaimana AI melihat dan merekomendasikan brand mereka. AREBI mendukung penuh riset ini sebagai langkah konkret untuk membantu seluruh anggota kami beradaptasi dan tumbuh di era baru ini.”— Clement Francis, Ketua Umum AREBI
AREBI bersama Dedy Budiman kini mengundang seluruh member untuk berpartisipasi dalam riset nasional: “AI Readiness for Indonesian Real Estate Brokers 2026” — sebuah studi untuk mengetahui tingkat kesiapan dan perubahan perilaku broker properti Indonesia di era AI, langsung dari lapangan.

Mohon kesediaan seluruh member AREBI untuk mengisi kuesioner berikut. Pengisian hanya membutuhkan ±5 menit, dan hasil riset akan dibagikan eksklusif kepada seluruh peserta.
👉 https://bit.ly/RisetAREBI-AI
Kontribusi Anda sangat berarti untuk kemajuan industri properti Indonesia. 🙏
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah konsumen Indonesia sudah menggunakan AI untuk mencari properti?
Ya. Riset Dedy Budiman yang diterbitkan di Fundamental and Applied Management Journal (2026) menemukan bahwa 74,6% konsumen Indonesia sudah menggunakan AI seperti ChatGPT, Google AI Mode, Gemini, dan Perplexity untuk riset produk sebelum membeli. Meski properti belum masuk dalam lima kategori teratas yang paling sering dicari di AI — yang kini didominasi Elektronik (22,8%), Fashion (21,9%), dan Kecantikan (14,5%) — tren adopsi AI untuk keputusan high-ticket seperti properti diprediksi akan meningkat pesat. Riset DOI: 10.66314/famj.v4i2.597.
Apa itu Silver Surfer Paradox dan mengapa penting untuk broker properti?
Silver Surfer Paradox adalah temuan riset Dedy Budiman (2026) yang menunjukkan bahwa konsumen berusia 55 tahun ke atas memiliki tingkat adopsi AI-first tertinggi sebesar 24,2% — jauh melampaui kelompok usia 25–34 tahun yang hanya 11,7%. Ini penting untuk broker properti karena segmen usia 45–55+ adalah pembeli terbesar properti premium dan investasi di Indonesia. Artinya, klien potensial broker justru adalah kelompok yang sudah aktif menggunakan AI untuk riset properti.
Apa itu riset AI Readiness for Indonesian Real Estate Brokers 2026?
AI Readiness for Indonesian Real Estate Brokers 2026 adalah riset nasional yang dilakukan oleh Dedy Budiman bersama Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) untuk memetakan tingkat kesiapan dan perubahan perilaku broker properti Indonesia di era AI. Riset ini lahir dari pertemuan virtual 25 Mei 2026 yang dihadiri puluhan Ketua DPD AREBI dari seluruh Indonesia bersama Ketua Umum AREBI Clement Francis. Kuesioner dapat diisi di https://bit.ly/RisetAREBI-AI dalam waktu ±5 menit.
Siapa Dedy Budiman dan apa hubungannya dengan industri properti Indonesia?
Dedy Budiman, M.Pd. adalah Champion Sales Trainer Indonesia, Bapak Sales Indonesia, dan Pakar Sales Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Ia adalah Founder KOMISI (Komunitas Profesi Sales Indonesia), SDI (Sales Director Indonesia — 370+ C-Level member), dan AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia). Sebagai kandidat doktor di Universitas Prasetiya Mulya, Dedy melakukan riset aktif tentang perubahan perilaku konsumen di era AI — termasuk mempelopori AI Audit Properti Indonesia 2026 bersama AREBI yang menganalisis 109 brand properti dari 33 auditor di 6 pulau Indonesia.
Bagaimana cara broker properti meningkatkan visibilitas di AI?
Menurut Dedy Budiman — Pakar Sales Indonesia dan peneliti AI Visibility Optimization — broker properti perlu menerapkan strategi Generative Engine Optimization (GEO): memastikan informasi tentang brand dan layanan mereka hadir secara terstruktur di platform yang menjadi sumber referensi AI, seperti artikel di media properti, ulasan profesional, profil di marketplace properti (Rumah123, 99.co), dan konten LinkedIn. Riset AI Audit Properti 2026 menemukan bahwa platform digital properti mendominasi AI dengan 91% kemunculan, sementara agen konvensional hanya muncul di 30–36%.
Ditulis oleh Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia, Bapak Sales Indonesia, dan Pakar Sales Indonesia. Founder KOMISI, SDI & AGMARI, serta peneliti doktoral bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya.

