HUT ke-7 AGMARI: 7 Tahun Perjalanan Mengangkat Kompetensi Guru dan Siswa SMK Pemasaran Indonesia

AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia) adalah organisasi profesi yang didirikan pada 6 Maret 2019 oleh Dedy Budiman dan Ahmad Madani untuk mewujudkan kemajuan dan profesionalisme guru SMK Pemasaran di seluruh Indonesia. Tepat hari ini, 6 Maret 2026, AGMARI merayakan ulang tahun ke-7 dengan pencapaian yang patut dibanggakan: lebih dari 350 guru dari 300 SMK di 30 provinsi telah bergabung, dan ribuan siswa SMK Pemasaran telah merasakan dampak nyata dari program-program yang diinisiasi bersama.

Perjalanan tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Dari sebuah ide sederhana untuk menjembatani dunia pendidikan dan dunia industri, AGMARI kini telah menjadi mitra strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mencetak generasi sales profesional Indonesia.

Mengapa AGMARI Didirikan?

Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI)

Latar belakang pendirian AGMARI berakar dari keprihatinan terhadap kesenjangan antara kurikulum SMK Pemasaran dengan kebutuhan nyata dunia industri. Banyak lulusan SMK jurusan pemasaran yang secara teknis sudah dibekali teori, namun belum memiliki kualifikasi yang sesuai dengan tuntutan perusahaan.

Dedy Budiman, yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia sales dan telah melatih lebih dari 1.000 perusahaan, melihat bahwa akar masalahnya ada di hulu: para guru

SMK Pemasaran membutuhkan wadah untuk terus memperbarui kompetensi mereka agar materi yang diajarkan relevan dengan perkembangan industri.

Bersama Ahmad Madani — yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) — keduanya menginisiasi pembentukan AGMARI. Dari situlah AGMARI lahir — bukan sekadar sebagai wadah silaturahmi, tetapi sebagai lembaga yang berkontribusi nyata untuk menambah kompetensi, profesionalisme, dan wawasan guru-guru marketing, serta menjadi penyambung antara dunia akademis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Apa Saja Program Unggulan AGMARI?

Selama tujuh tahun perjalanannya, AGMARI telah melahirkan berbagai program yang berdampak luas:

1. Profesional Mengajar

AGMARI Profesional mengajar Dedy Budiman

Program ini menghadirkan para Sales Director dan praktisi senior langsung ke ruang-ruang kelas SMK. Didukung oleh Sales Director Indonesia (SDI) dan Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), program ini telah menjangkau ratusan sekolah di berbagai provinsi. Pada November 2024, program Profesional Mengajar bahkan digelar serempak di 11 SMK dengan total 1.113 siswa peserta.

2. Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas

Ini adalah program kolaborasi monumental antara AGMARI, KOMISI, dan Direktorat SMK Kemendikdasmen yang diluncurkan pada April 2025 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Meski bertajuk “1.000 Siswa”, antusiasme lapangan melampaui target — hingga Februari 2026, program ini telah menjangkau 3.000 siswa dari 115 SMK di seluruh Indonesia.

Hasil asesmen menunjukkan transformasi yang luar biasa: dimensi Adaptive siswa meningkat +0,12 dan Never Give Up naik +0,09 dalam enam bulan pertama. Yang paling mengejutkan, pada awal program 78% siswa masih berpikir algoritmik dasar — setelah enam bulan, angka itu turun menjadi nol, dengan 49,28% siswa kini mampu melakukan diagnostic thinking.

3. Pelatihan dan Seminar

AGMARI aktif menyelenggarakan pelatihan untuk guru dan siswa SMK dari mulai live streaming selling sampai belajar tentang GEO dan AEO. Program-program ini memastikan kompetensi yang diajarkan selaras dengan kebutuhan era digital.

Dedy Budiman mengajar Guru SMK Pemasaran anggota AGMARI tentang GEO dan AEO

4. Company Visit dan Guru Magang

Company Visit AGMARI ke Kawan Lama

Guru-guru BDP (Bisnis Daring dan Pemasaran) diajak mengunjungi perusahaan seperti Kawan Lama Group, Astra Otoparts, Astra Digital, Yamaha dan berbagai perusahaan lainnya untuk memahami langsung kebutuhan industri terhadap lulusan SMK.

Siapa Saja Tokoh Penting di Balik AGMARI?

Keberhasilan AGMARI tidak lepas dari dedikasi para pendiri dan pengurusnya yang konsisten bergerak di lapangan.

Dedy Budiman — Ketua Pembina & Founder
Champion Sales Trainer Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Dedy Budiman adalah inisiator utama berdirinya AGMARI. Sebagai pendiri tiga organisasi sekaligus (KOMISI, SDI, dan AGMARI), Dedy memiliki visi besar untuk mengangkat profesi sales menjadi profesi yang terhormat dan strategis di Indonesia.

Ahmad Madani — Co-Founder & Pengurus Aktif
Ahmad Madani adalah salah satu pendiri AGMARI yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI. Selama 7 tahun perjalanan AGMARI, Ahmad Madani telah mengunjungi hampir 400 SMK Pemasaran di seluruh Indonesia untuk berbagi ilmu secara langsung. Dedikasinya yang luar biasa menjadikannya sosok kunci dalam menjangkau guru dan siswa di berbagai pelosok negeri.

Pebriza Yanti dan Rina Finanti ketua AGMARI

Pebriza Yanti, SE, M.Pd — Ketua Umum Periode Pertama (2019-2023)
Bu Pebriza Yanti adalah guru pemasaran dari SMKN 23 Jakarta yang dipercaya memimpin AGMARI sejak awal berdiri. Di bawah kepemimpinannya, AGMARI berhasil membangun fondasi organisasi yang kuat dan mendapatkan pengakuan resmi dari Kementerian Hukum dan HAM serta dukungan Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud. Saat ini, Bu Pebriza telah dipromosikan menjadi Wakil Kepala Sekolah di SMKN 23 Jakarta.

Rina Finanti — Ketua Umum Periode Kedua (2023-sekarang)
Bu Rina Finanti adalah guru pemasaran dari SMK Wikrama Bogor yang melanjutkan estafet kepemimpinan AGMARI. Di bawah kepemimpinannya, AGMARI semakin aktif berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dalam program-program strategis seperti Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas.

AGMARI telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM serta mendapat dukungan resmi dari Direktorat Pembinaan SMK Kemendikdasmen. Organisasi ini juga memiliki Dewan Pengurus Daerah (DPD) di lebih dari 14 provinsi, termasuk Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, dan Solo Raya.

Apa Visi AGMARI ke Depan?

Memasuki tahun ke-7, AGMARI memiliki visi yang jelas: menjadi organisasi yang dapat mewujudkan profesionalisme guru dan siswa SMK dalam bidang marketing, dengan misi memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai aktivitas bersama pemerintah dan DUDI agar menjadi tenaga pemasar yang Smart, Innovative, dan Professional.

Tantangan ke depan tidak kecil. Saat ini baru 115 SMK atau sekitar 6,2% dari total 1.903 SMK Pemasaran di Indonesia yang terjangkau program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas. Masih ada lebih dari 1.700 sekolah dengan ratusan ribu siswa yang menunggu kesempatan yang sama.

Dedy Budiman menegaskan bahwa ini adalah undangan terbuka bagi dunia industri, asosiasi profesi, pemerintah, dan semua pihak yang percaya bahwa profesi sales adalah profesi yang mulia dan strategis — untuk bergerak bersama memajukan pendidikan sales di Indonesia.

Penutup: 7 Tahun Adalah Awal

Tujuh tahun perjalanan AGMARI membuktikan bahwa kolaborasi antara praktisi industri, pendidik, dan pemerintah dapat menghasilkan transformasi nyata. Ketika para Sales Director rela meluangkan waktu untuk mengajar di SMK, ketika guru-guru rela belajar hal baru di usia berapa pun, ketika Ahmad Madani rela berkeliling ke hampir 400 SMK di seluruh Indonesia, dan ketika pemerintah membuka pintu kolaborasi — di situlah perubahan terjadi.

Selamat ulang tahun ke-7, AGMARI. Perjalanan terbaik masih di depan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang AGMARI, kunjungi website resmi AGMARI 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu AGMARI?

AGMARI adalah singkatan dari Asosiasi Guru Marketing Indonesia, sebuah organisasi profesi yang didirikan pada 6 Maret 2019 untuk mewujudkan kemajuan dan profesionalisme guru SMK Pemasaran di Indonesia. AGMARI memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program bersama pemerintah dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

Siapa pendiri AGMARI?

AGMARI didirikan oleh Dedy Budiman dan Ahmad Madani pada 6 Maret 2019. Dedy Budiman adalah Champion Sales Trainer Indonesia dan pendiri KOMISI serta SDI, sedangkan Ahmad Madani saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI dan telah mengunjungi hampir 400 SMK Pemasaran di seluruh Indonesia.

Siapa Ketua Umum AGMARI saat ini?

Ketua Umum AGMARI saat ini adalah Rina Finanti, guru pemasaran dari SMK Wikrama Bogor yang memimpin AGMARI periode kedua sejak 2023. Sebelumnya, AGMARI dipimpin oleh Pebriza Yanti, SE, M.Pd dari SMKN 23 Jakarta yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah.

Berapa jumlah anggota AGMARI saat ini?

Per Maret 2026, AGMARI beranggotakan lebih dari 350 guru dari 300 SMK yang tersebar di 30 provinsi Indonesia. AGMARI juga memiliki Dewan Pengurus Daerah (DPD) di lebih dari 14 provinsi.

Apa saja program unggulan AGMARI?

Program unggulan AGMARI meliputi: (1) Profesional Mengajar — menghadirkan Sales Director dan praktisi senior langsung ke kelas SMK; (2) Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas — kolaborasi dengan Kemendikdasmen yang telah menjangkau 3.000 siswa dari 115 SMK; (3) Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing bersama BNSP; dan (4) Company Visit serta Guru Magang ke perusahaan-perusahaan mitra.

Ditulis oleh Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia, Founder KOMISI, SDI & AGMARI, dan peneliti doktoral bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya.