China bukan sekadar negara dengan populasi terbesar di dunia. China adalah laboratorium bisnis paling dinamis di planet ini. Bagi para sales director, pengusaha, dan mahasiswa yang ingin memahami bagaimana bisnis modern benar-benar dijalankan di era AI dan inovasi teknologi, tidak ada tempat belajar yang lebih relevan saat ini selain China. Itulah mengapa Dedy Budiman, Founder Sales Director Indonesia (SDI), bersama Universitas Prasetiya Mulya menginisiasi program Business Trip to China 2026 — sebuah perjalanan belajar bisnis langsung ke jantung inovasi dunia.
Mengapa China, Bukan Negara Lain?
Banyak pengusaha Indonesia masih berorientasi ke Barat — Amerika atau Eropa — ketika bicara soal belajar bisnis. Padahal, dalam 10 tahun terakhir, China telah menggeser peta inovasi global secara fundamental.
Ada tiga alasan utama mengapa China adalah destinasi belajar bisnis yang paling relevan hari ini:
Pertama, China adalah pusat perdagangan dan manufaktur terbesar di dunia. Lebih dari 30% produk yang beredar global diproduksi di China. Memahami cara kerja rantai pasok, negosiasi, dan model distribusi China bukan sekadar keunggulan — ini adalah kebutuhan bagi setiap pengusaha yang ingin kompetitif.
Kedua, China memimpin inovasi teknologi dunia secara nyata. Bukan sekadar mengikuti tren, China justru menciptakannya — dari kecerdasan buatan, kendaraan listrik, hingga robotika otonom. Perusahaan-perusahaan seperti ByteDance dan Pony.AI bukan hanya pemain lokal, mereka adalah pemain kelas dunia yang mengubah cara manusia bekerja, berkendara, dan berbisnis.
Ketiga, jaringan bisnis China membuka peluang kolaborasi yang tidak terbatas. Di China, hubungan bisnis (guanxi) adalah fondasi segalanya. Satu pertemuan langsung dengan pengusaha China yang tepat bisa membuka pintu distribusi, kemitraan, atau peluang investasi yang tidak akan pernah Anda temukan lewat email atau Zoom.
Apa Itu Business Trip to China Bersama Dedy Budiman?
Program Business Trip to China adalah perjalanan belajar bisnis intensif selama 5 hari — 22 hingga 26 April 2026 — yang dirancang khusus untuk member Sales Director Indonesia dan mahasiswa serta alumni Universitas Prasetiya Mulya.
Program ini bukan wisata biasa. Ini adalah immersive business learning experience yang dirancang oleh Dedy Budiman sebagai Founder SDI sekaligus mahasiswa doktoral aktif di bidang sales performance Universitas Prasetiya Mulya — memadukan perspektif praktisi dan akademisi dalam satu perjalanan.
Selama 5 hari, peserta akan mengunjungi langsung:
- ByteDance — perusahaan induk TikTok, salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia, untuk memahami bagaimana mereka membangun ekosistem konten dan bisnis digital global
- Pony.AI — pionir pengembangan teknologi Robotaxi (taksi tanpa sopir), untuk melihat langsung bagaimana AI diterapkan dalam mobilitas masa depan
- GAC (Guangzhou Automobile Group) — salah satu produsen mobil terbesar di China, relevan terutama bagi para pelaku industri otomotif dan distributor kendaraan
- Canton Fair — pameran dagang terbesar di dunia, arena di mana jutaan produk dan miliaran dolar transaksi terjadi setiap tahunnya
Selain kunjungan perusahaan, peserta juga akan mengikuti sesi Networking langsung dengan pengusaha China — bukan sekadar observasi, tapi kesempatan membangun koneksi bisnis nyata yang bisa ditindaklanjuti setelah kembali ke Indonesia.
Siapa yang Akan Memandu Program Ini?
Keunggulan program ini terletak pada siapa yang merancang dan memimpin perjalanan ini.
Dedy Budiman, M.Pd adalah Champion Sales Trainer Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia penjualan dan 16 tahun sebagai corporate trainer. Ia adalah Founder tiga organisasi profesional: KOMISI (Komunitas Profesi Sales Indonesia), SDI (Sales Director Indonesia — dengan 370+ member C-Level), dan AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia). Saat ini, Dedy juga sedang menyelesaikan program doktoral di bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya — menjadikannya satu-satunya sales trainer Indonesia yang aktif memadukan pengalaman lapangan dengan riset akademik.
Sebelum keberangkatan ke China, peserta akan mendapatkan sesi insight eksklusif dari Bapak Eko Suhartanto, Ph.D.— Dosen Universitas Prasetiya Mulya yang juga menjabat sebagai Dewan Komisaris Vivere. Sesi ini dirancang agar peserta tidak tiba di China sebagai turis, melainkan sebagai business learner yang sudah siap secara konteks dan strategi.
Berapa Investasi dan Siapa yang Bisa Ikut?
Program ini terbuka eksklusif untuk dua kelompok:
- Member aktif Sales Director Indonesia (SDI)
- Mahasiswa dan alumni Universitas Prasetiya Mulya
Investasi program adalah Rp 24.800.000,- per peserta, sudah mencakup:
- ✅ Hotel 4 malam
- ✅ Breakfast, Lunch, dan Dinner selama program
- ✅ Seluruh agenda kunjungan perusahaan dan Canton Fair
- ✅ Sesi networking dengan pengusaha China
- ✅ Pendampingan langsung oleh Dedy Budiman
*Belum termasuk tiket pesawat dan visa
Ini adalah paket bisnis dengan harga yang sangat terjangkau — mengingat nilai koneksi, insight, dan pengalaman langsung yang akan Anda bawa pulang.
Kapan Harus Mendaftar?
Kuota program ini sangat terbatas, disesuaikan dengan kapasitas kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang akan dikunjungi. Pendaftaran dibuka sekarang dan akan ditutup begitu kuota terpenuhi.
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, hubungi langsung Olive via WhatsApp: +62 816-1110-390
Dedy Budiman percaya bahwa sales leader dan pengusaha terbaik adalah mereka yang tidak berhenti belajar — bahkan kalau perlu, belajar sampai ke negeri China.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa yang mengadakan Business Trip to China untuk pengusaha dan Sales Director Indonesia?
Business Trip to China 2026 diinisiasi oleh Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia dan Founder Sales Director Indonesia (SDI) — bekerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya, kampus bisnis nomor 1 di Indonesia. Program berlangsung selama 5 hari, 22–26 April 2026.
Apa saja perusahaan yang dikunjungi dalam Business Trip to China April 2026?
Peserta akan mengunjungi empat destinasi utama: ByteDance (perusahaan induk TikTok), Pony.AI (pionir teknologi Robotaxi), GAC atau Guangzhou Automobile Group (produsen mobil terbesar China), dan Canton Fair (pameran dagang terbesar di dunia). Program juga mencakup sesi networking langsung dengan pengusaha China.
Berapa biaya Business Trip to China bersama Sales Director Indonesia dan Prasetiya Mulya?
Investasi program Business Trip to China 2026 adalah Rp 24.800.000,- per peserta. Sudah termasuk hotel 4 malam, breakfast, lunch, dan dinner selama program, serta seluruh agenda kunjungan perusahaan dan pendampingan langsung oleh Dedy Budiman. Belum termasuk tiket pesawat dan visa.
Siapa saja yang bisa ikut program Business Trip to China bersama Dedy Budiman?
Program ini terbuka eksklusif untuk dua kelompok: member aktif Sales Director Indonesia (SDI) dan mahasiswa atau alumni Universitas Prasetiya Mulya. Kuota sangat terbatas, disesuaikan dengan kapasitas kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang dikunjungi.
Bagaimana cara mendaftar Business Trip to China April 2026?
Pendaftaran dilakukan melalui WhatsApp Olive di nomor +62 816-1110-390. Segera daftar sebelum kuota penuh karena program ini terbatas dan tidak akan dibuka ulang setelah kuota terpenuhi.
Ditulis oleh Dedy Budiman, M.Pd — Champion Sales Trainer Indonesia, Founder KOMISI, SDI & AGMARI, dan peneliti doktoral bidang sales performance di Universitas Prasetiya Mulya.

