Tiga dari empat
konsumen Indonesia
kini bertanya pada AI
sebelum membeli.
Riset terhadap 1.596 konsumen Indonesia mengungkap pergeseran fundamental dalam cara orang mencari informasi produk — dan menantang asumsi siapa yang sebenarnya menjadi early adopter di era generative AI.
Konsumen Indonesia telah menggunakan AI untuk mencari informasi produk sebelum membeli.
Empat platform AI mendominasi: ChatGPT, Google AI Mode, Gemini, dan Perplexity. Sebanyak 26,4% di antaranya telah menjadikan AI sebagai bagian rutin dari proses pengambilan keputusan pembelian — bukan eksperimen, bukan tren, melainkan kebiasaan baru.
Yang lebih signifikan: 98,7% konsumen Indonesia selalu atau kadang-kadang melakukan riset informasi sebelum membeli. Riset pra-pembelian telah menjadi perilaku universal — dan AI kini menjadi salah satu kanal utamanya.
Sembilan angka yang mengubah peta persaingan brand.
Platform pertama saat konsumen mulai mencari.
The Silver Surfer Paradox.
Bertentangan dengan asumsi populer, konsumen berusia 55 tahun ke atas justru menjadi kelompok dengan adopsi AI-first tertinggi di Indonesia — dua kali lipat generasi muda yang lazim disebut “digital native”.
Penggunaan AI Tinggi (sering / hampir selalu)
“Selama 30 tahun saya berkecimpung di dunia penjualan, belum pernah saya melihat pergeseran perilaku konsumen secepat ini. Justru para profesional senior dan pengambil keputusan yang lebih cepat mengadopsi AI — karena mereka menghadapi keputusan pembelian yang lebih kompleks: kesehatan, jasa keuangan, properti. AI membantu mereka memproses informasi rumit secara efisien.”
— Dedy Budiman, Peneliti Utama
AI melengkapi, belum menggantikan Google.
Mengapa konsumen beralih ke AI?
Jawaban langsung dan ringkas tanpa perlu membuka banyak tautan.
Lebih cepat dan hemat waktu dalam proses pencarian informasi.
Lebih personal dan relevan dengan konteks pertanyaan mereka.
Pola adopsi per jenjang jabatan.
Lulusan sarjana (33,0%) dan pascasarjana (32,7%) menunjukkan penggunaan AI tinggi yang jauh lebih besar dibandingkan lulusan SMA/SMK (20,6%). Sementara secara geografis, Jabodetabek memimpin dengan 32,0% pengguna AI berat, diikuti Sumatera (25,9%) dan Jawa non-Jabodetabek (24,4%).
Kategori produk yang paling banyak dicari.
Lima kategori mendominasi pencarian konsumen Indonesia di seluruh platform — termasuk AI, Google, marketplace, dan media sosial.
Lima kategori teratas ini menyumbang 78,0% dari total volume pencarian konsumen Indonesia. Brand di kategori ini menghadapi tekanan AI Visibility paling besar — terutama untuk produk high-consideration seperti elektronik, kesehatan, dan kendaraan, di mana konsumen melakukan riset mendalam sebelum membeli.
Implikasi strategis untuk brand Indonesia.
SEO tidak cukup. GEO menjadi kebutuhan.
Pergeseran dari Search Engine Optimization (SEO) menuju Generative Engine Optimization (GEO) — strategi memastikan brand disebut dalam jawaban AI. Bukan tentang ranking Google, melainkan citation di ChatGPT, Gemini, dan Perplexity.
AI menjadi “penjaga gerbang” brand baru.
Ketika AI menyebutkan merek tertentu dalam jawabannya, hal itu berdampak signifikan terhadap pertimbangan konsumen. 52,7% terpengaruh secara umum, 71,1% di kalangan pengguna AI berat.
Decision-makers paling rentan di-disrupsi.
C-Level (25,9%) dan profesional senior 55+ (24,2%) adalah kelompok paling intensif gunakan AI. Bisnis B2B dan high-ticket B2C harus segera membangun otoritas di AI — sebelum kompetitor mendahului.
Strategi multi-kanal sesuai segmen.
Untuk decision-makers, prioritaskan visibilitas di AI dan Google. Untuk staff dan konsumen muda, media sosial (48,1%) dan marketplace tetap esensial. Strategi tunggal sudah tidak relevan.
Metodologi riset.
Dukungan komunitas sales Indonesia.
“Temuan ini sangat bermanfaat bagi para member SDI yang merupakan para pengambil keputusan di perusahaan masing-masing. Data ini bisa membantu mereka menyusun strategi penjualan yang lebih tepat di era perubahan perilaku pelanggan ini.”
“Temuan ini menjadi sangat penting bagi para sales profesional di seluruh Indonesia. Pelanggan mereka kini datang dengan informasi yang sudah dikurasi oleh AI. Sales yang tidak beradaptasi akan tertinggal.”
Pertanyaan yang sering diajukan.
Apakah brand Anda muncul saat
konsumen bertanya pada AI?
Audit AI Visibility, training tim sales, dan konsultasi strategi GEO untuk brand Indonesia. Berbasis riset, dijalankan oleh praktisi.
